PENTINGNYA
PROFESI KEGURUAN
By : Ikhyaul
Ulum
Pengertian manusia menurut Poewadarminta (1983)
bahwa manusia adalah makhluk yang berakal budi (lawan dari binatang).
Manusia dengan proses kejadiaannya berjalan berdasarkan dengan sunnatullah
atau hukum alam. Sumber penciptaan dan proses kejadiannya perlu dipahami agar
manusia hidup tidak sombong dan lupa diri dalam beribadah dan sebagai khalifah
Allah di Bumi
Menurut Bapak Sokrates, manusia adalah makhluk yang
hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar. Cukup aneh,
akan tetapi pada masa itu cukup untuk menggambarkan apa itu manusia, walaupun
hanya sebatas morfologi atau penampakan luar saja.
Menurut
bapak Aristoteles, seorang pemikir hebat, memberikan definisi manusia sebagai “Zoon
politicon”, atau sebagai makhluk sosial. Sosial yang dimaksud disini adalah
mampu berinteraksi dengan makhluk makhluk lainnya. (hariannetral.com)
Dari beberapa pengertian manusia menurut beberapa tokoh di atas saya
meyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri
(berinteraksi dengan orang lain ) dan memiliki akal untuk berfikir.(penjelasan pemakalah)
Sedangkan Manusia menurut islam sebagai
berikut :
Ada
3 istilah yang dipakai oleh Al-Qur’an untuk menyebut manusia:
- Al-Insan
Al-Insan =
manusia dalam konotasinya sebagai entitas makhluk psikis, batiniyah,ruhaniyah
- Al-Basyar
Al-Basyar =
manusia dalam konotasinya sebagai entitas makhluk fisik-biologis.
- Al-Nas
Al-Nas =
manusia dalam konotasinya sebagai entitas makhluk sosial.
Manusia memiliki potensi-potensi sebagaimana
menurut Al-Ghazalie dalam kitabnya ihya’ulumuddin.
1. Aqliyah (Rasio)
2. Ruhiyyah
(Spirit)
3. Qalbiyyah
(Emosional)
4. Nafsiyah
(Nafsu)
Perbedaan Ciri-ciri dari Filsafat Pendidikan
Islam Dan Barat.
ASPEK-ASPEK
|
PENDIDIKAN BARAT
|
PENDIDIKAN ISLAM
|
Proses Belajar Mengajar
|
Karena sekularistik-materialistik,
maka motif dan objek belajar-mengajar semata-mata masalah keduniaan
|
Aktivitas belajar-mengajar ialah
amal ibadah, berkaitan erat dengan pengabdian kepada Allah
|
Tanggungjawab belajar mengajar
|
Semat-mata urusan manusia
|
Disamping tanggungjawab
kemanusiaan, juga tanggungjawab keagamaan. Karena dalam belajar mengajar,
terdapat hak-hak Allah dan hak-hak makhluk lainnya pada setiap individu,
khususnya bagi orang yang berilmu
|
Kepentingan Belajar
|
Belajar hanyalah untuk kepentingan
dunia, sekarang dan di sini
|
Belajar tidak hanya untuk
kepentingan hidup dunia sekarang, tetapi juga untuk kebahagiaan hidup di
akhirat nanti
|
Konsep Pendidikan
|
Barat pada umumnya tidak mengaitkan
pendidikan dengan pahala dan dosa. Ilmu itu bebas nilai (values free).
|
Islam mengaitkannya dengan pahala
dan dosa karena kebajikan dan akhlak mulia merupakan unsur pokok dalam
pendidikan Islam.
|
Tujuan Akhir Pendidikan
|
Hidup sejahtera di dunia secara
maksimal baik sebagai warga Negara maupun sebagai warga masyarakat.
|
Terwujudnya insan kamil (manusia
sempurna dan paripurna), yang pembentukannya selalu dalam proses sepanjang
hidup (has a beginning but not and end).
|
*sumber : pendidikan.blogspot.com
v
profesi
Secara etimologi profesi berasal dari kata “profession”
yang berarti pekerjaan. Sedangkan menurut terminologi profesi adalah bidang
pekerjaan yang di landasi oleh pendidikan keahlian (ketrampilan, kejujuran, dan
sebagainya) tertentu.
Syarat-syarat yg harus ada dalam profesi
menurut Syafrudin Nurdin dan Ahmad Tafsir
Menurut Syafrudin Nurdin ada beberapa kriteria
yang harus di penuhi oleh suatu pekerjaan agar dapat di sebut sebagai profesi,
yaitu:
1. Panggilan hidup yang sepenuh hati
2. Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian
3. Kebakuan yg universal
4. Pengabdian
5. Kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif
6. Otonomi
7. Kode etik
8. Klien
9. Berperilaku pamong
10. Bertanggung jawab
Sementara Ahmad Tafsir mengemukakan 10
kriteria/syarat untuk sebuah pekerjaan yang bisa di sebut profesi, yaitu:
1. Profesi harus memiliki suatu keahlian khusus.
2. Profesi harus di ambil sebagai pemenuhan
panggilan hidup.
3. Profesi memiliki teori-teori yang baku secara
universal
4. Profesi adalah di peruntukan untuk masyarakat
5. Profesi harus di lengkapi dengan kecakapan
diagnostik dan kompetensi aplikatif
6. Pemegang profesi memegang otonomi dalam
melakukan profesinya
7. Profesi memiliki kode etik
8. Profesi memiliki klien yg jelas
9. Profesi memiliki organisasi profesi
10.
Profesi mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang
lain
Tingkatan-tingkatan profesi menurut Richey di
kelompokan sebagai berikut :
1.
Profesi yang telah mapan (older professions)
2.
Profesi baru (newer professions)
3.
Profesi yang sedang tumbuh kembang (emergent professions)
4.
Semiprofesi (semiprofessions)
5.
Tugas jabatan atau pekerjaan yang belum jelas arah
tuntutan status keprofesionya (occupations
that lay unrecognized claim to professional status)
v undang-undang (produk
hukum) di Indonesia yang menjadi dasar profesi keguruan
UU No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, Permendiknas No.16
Tahun 2007,PP No.74 Tahun 2008, dan Permenag No.16 Tahun 2010 semua
guru di Indonesia minimal berkualifikasi D-IV atau S-1 program studi yang
sesuai dengan bidang/jenis mata pelajaran yang di binanya.Pernakah anda temui
seorang guru yang pintar tapi menakutkan,tidak ramah dan emosional atau kamu
pernah menemukan guru kurang pandai tetapi membuat kita senang,tidak terkekang
dan nyaman?Apabila ada guru seperti di atas kamu pilih yg mana?tentu kamu memilih
guru yang pandai, ramah, membuat kita senang dan nyaman. perumpaan di atas
merupakan urgensi soft skill dalam kegiatan belajar mengajar.
Contoh guru yang sudah memenuhi standar
kompetensi dalam bahasa arab,guru itu lulusan dari jurusan pendidikan bahasa arab
/ sastra arab, dan siap mengajar bahasa arab karena sudah mendapat
kualfikasi/serifikat pendidik kemudian guru itu mampu menguasai materi mengenai
bahasa arab dan dapat mengucapkan bahasa arab dengan fasih.
v
Urgensi Soft Skill
Apa sih soft skill itu?soft skill
adalah kemampuan/ketrampilan sesoarang dalam berhubungan dengan orang lain atau
bisa juga di katakan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.
Soft skill mencakup jujur, bertanggung jawab,
toleransi, menghargai orang lain,kemampuan bekerja sama,bersikap adil,kemampuan
mengambil keputusan dll.
Jadi seseorang guru itu bukan hanya harus memiliki hard skill ( menguasai materi)
saja tetapi juga harus memiliki soft skill dalam proses mengajar supaya murid
yang di ajar itu dapat mudah memahami apa yg di jelaskan sekaligus nyaman
ketika di ajar.
Dalam upaya untuk mengembangkan watak guru agar mereka
bisa menjadi teladan bagi siswa,mohammad surya merujuk pada pendapat hermawan
kertajaya mengemukakan model pengembangan profesionalitas dengan pola ”Growt
with character”(mohammad surya,dkk,2010:81) yaitu pengembangan profesionalitas
yang berbasis karakter.dengan menggunakan model tersebut, profesionalitas dapat
di kembangkan dengan mendinamiskan tiga pilar utama karakter yaitu :
Ø keunggulan (excellence)
Ø kemauan kuat (passion)pada profesionalisme
Ø dan etika (ethical)
v
Strategi Pengembangan Profesionalitas Guru
ada beberapa strategi yang bisa di terapkan
untuk mengembangkan profesionalitas guru antara lain ;
1. Melalui
Pelaksanaan Tugas
pengembangan profesionalisme melalui
pelaksanaan tugas pada dasarnya merupakan upaya memperpadukan antara potensi
profesional dengan pelaksanaan tugas-tugas pokoknya. Dengan cara ini
tugas-tugas yang di berikan secara langsung atau tidak langsung merupakan upaya
peningkatan kompetensi guru. Pendekatan ini sifatnya lebih informal, sudah
terkait dengan pelaksanaan tugas
sehari-hari.
2. Melalui Respons
Peningkatan kompetensi melalui respon di
lakukan dalam bentuk suatu interaksi secara formal atau informal yang biasanya
di lakukan yang biasanya di lakukan melalui beberapa interaksi seperti
pendidikan dan latihan, seminar, lokakarya, ceramah, studi banding, penggunaan
media dan forum-forum lainya. Hal yang dapat menunjang respon ini adalah
apabila guru berinteraksi dengan sesama guru yang memiliki kesamaan latar belakang
dan tugas, misalnya MGMP (musyawarah guru mata pelajaran)
MGMP sebagai
wadah para guru dapat mengembangkan suatu program kerja yg memungkinkan para
guru dapat berkembang, misalnya :pelatihan, studi kasus, seminar dan
sebagainya.
3. Melalui
penelusuran dan perkembangan diri
Seseorang pada dasarnya memiliki potensi
dan keunikan tersendiri yang berbeda-beda dengan memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing,oleh karena itu upaya peningkatan profesionalisme
seharusnya berpusat pada keunikan pribadi masing-masing
Potensi
pribadi merupakan bagian dari keseluruhan kepribadian dalam bentuk
kecakap-cakapan yang terkandung baik fisik, emosional, maupun intelektual.
Apabila potensi
pribadi dapat digali dan di kembangkan secara efektif maka akan menjadi pribadi
yang profesional.
Suatu
perencanaan yang sistematis dapat meningkatkan potensi profesionalisme
seseorang.
4. Melalui
Dukungan Sistem
ü In-house training
(IHT)
ü Program magang
ü Kemitraan sekolah
ü Belajar jarak jauh
ü Pelatihan berjenjang
dan pelatihan khusus
ü Kursus singkat di
perguruan tinggi atau lembaga didik
ü Pembinaan internal
oleh sekolah
ü Pendidikan lanjut
ü Diskusi
masing-masing pendidikan
*Sumber Kajian
Ø
Ali mudhofir,pendidik professional
Ø
Hariannetral.com
Ø
pendidikan.blogspot.com
NAMA : IKHYAUL ULUM
NIM :
D92216033