Home » » pentingnya profesi keguruan

pentingnya profesi keguruan

Posted by Unknown
Artikel Pendidikan Profesi Keguruan, Updated at: 11/22/2017 10:49:00 AM

Posted by Unknown on Rabu, 22 November 2017



PENTINGNYA PROFESI KEGURUAN

By : Ikhyaul Ulum

Pengertian manusia menurut Poewadarminta (1983) bahwa manusia adalah makhluk yang berakal budi (lawan dari binatang). 
Manusia dengan proses kejadiaannya berjalan berdasarkan dengan sunnatullah atau hukum alam. Sumber penciptaan dan proses kejadiannya perlu dipahami agar manusia hidup tidak sombong dan lupa diri dalam beribadah dan sebagai khalifah Allah di Bumi
Menurut Bapak Sokrates, manusia adalah makhluk yang hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar. Cukup aneh, akan tetapi pada masa itu cukup untuk menggambarkan apa itu manusia, walaupun hanya sebatas morfologi atau penampakan luar saja.
     Menurut bapak Aristoteles, seorang pemikir hebat, memberikan definisi manusia sebagai “Zoon politicon”, atau sebagai makhluk sosial. Sosial yang dimaksud disini adalah mampu berinteraksi dengan makhluk makhluk lainnya. (hariannetral.com)
Dari beberapa pengertian manusia menurut beberapa tokoh di atas saya meyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri (berinteraksi dengan orang lain ) dan memiliki akal untuk berfikir.(penjelasan pemakalah)
 Sedangkan Manusia menurut islam sebagai berikut :
            Ada 3 istilah yang dipakai oleh Al-Qur’an untuk menyebut manusia:
  1. Al-Insan
Al-Insan = manusia dalam konotasinya sebagai entitas makhluk psikis, batiniyah,ruhaniyah
  1. Al-Basyar
Al-Basyar = manusia dalam konotasinya sebagai entitas makhluk fisik-biologis.
  1. Al-Nas
Al-Nas = manusia dalam konotasinya sebagai entitas makhluk sosial.
Manusia memiliki potensi-potensi sebagaimana menurut Al-Ghazalie dalam kitabnya ihya’ulumuddin.
1.      Aqliyah (Rasio)
2.      Ruhiyyah (Spirit)
3.      Qalbiyyah (Emosional)
4.      Nafsiyah (Nafsu)
Perbedaan Ciri-ciri dari Filsafat Pendidikan Islam Dan Barat.
ASPEK-ASPEK
PENDIDIKAN BARAT
PENDIDIKAN ISLAM
Proses Belajar Mengajar
Karena sekularistik-materialistik, maka motif dan objek belajar-mengajar semata-mata masalah keduniaan
Aktivitas belajar-mengajar ialah amal ibadah, berkaitan erat dengan pengabdian kepada Allah
Tanggungjawab belajar mengajar
Semat-mata urusan manusia
Disamping tanggungjawab kemanusiaan, juga tanggungjawab keagamaan. Karena dalam belajar mengajar, terdapat hak-hak Allah dan hak-hak makhluk lainnya pada setiap individu, khususnya bagi orang yang berilmu
Kepentingan Belajar
Belajar hanyalah untuk kepentingan dunia, sekarang dan di sini
Belajar tidak hanya untuk kepentingan hidup dunia sekarang, tetapi juga untuk kebahagiaan hidup di akhirat nanti
Konsep Pendidikan
Barat pada umumnya tidak mengaitkan pendidikan dengan pahala dan dosa. Ilmu itu bebas nilai (values free).
Islam mengaitkannya dengan pahala dan dosa karena kebajikan dan akhlak mulia merupakan unsur pokok dalam pendidikan Islam.
Tujuan Akhir Pendidikan
Hidup sejahtera di dunia secara maksimal baik sebagai warga Negara maupun sebagai warga masyarakat.
Terwujudnya insan kamil (manusia sempurna dan paripurna), yang pembentukannya selalu dalam proses sepanjang hidup (has a beginning but not and end).

*sumber : pendidikan.blogspot.com

v  profesi
Secara etimologi profesi berasal dari kata “profession” yang berarti pekerjaan. Sedangkan menurut terminologi profesi adalah bidang pekerjaan yang di landasi oleh pendidikan keahlian (ketrampilan, kejujuran, dan sebagainya) tertentu.
Syarat-syarat yg harus ada dalam profesi menurut Syafrudin Nurdin dan Ahmad Tafsir
Menurut Syafrudin Nurdin ada beberapa kriteria yang harus di penuhi oleh suatu pekerjaan agar dapat di sebut sebagai profesi, yaitu:
1.      Panggilan hidup yang sepenuh hati
2.      Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian
3.      Kebakuan yg universal
4.      Pengabdian
5.      Kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif
6.      Otonomi
7.      Kode etik
8.      Klien
9.      Berperilaku pamong
10.  Bertanggung jawab
Sementara Ahmad Tafsir mengemukakan 10 kriteria/syarat untuk sebuah pekerjaan yang bisa di sebut profesi, yaitu:
1.      Profesi harus memiliki suatu keahlian khusus.
2.      Profesi harus di ambil sebagai pemenuhan panggilan hidup.
3.      Profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal
4.      Profesi adalah di peruntukan untuk masyarakat
5.      Profesi harus di lengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif
6.      Pemegang profesi memegang otonomi dalam melakukan profesinya
7.      Profesi memiliki kode etik
8.      Profesi memiliki klien yg jelas
9.      Profesi memiliki organisasi profesi
10.  Profesi mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang lain
Tingkatan-tingkatan profesi menurut Richey di kelompokan sebagai berikut :
1.      Profesi yang telah mapan (older professions)
2.      Profesi baru (newer professions)
3.      Profesi yang sedang tumbuh kembang (emergent professions)
4.      Semiprofesi (semiprofessions)
5.      Tugas jabatan atau pekerjaan yang belum jelas arah tuntutan status keprofesionya (occupations  that lay unrecognized claim to professional status)

v undang-undang (produk hukum) di Indonesia yang menjadi dasar profesi keguruan
UU No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, Permendiknas No.16 Tahun 2007,PP No.74 Tahun 2008, dan Permenag No.16 Tahun 2010 semua guru di Indonesia minimal berkualifikasi D-IV atau S-1 program studi yang sesuai dengan bidang/jenis mata pelajaran yang di binanya.Pernakah anda temui seorang guru yang pintar tapi menakutkan,tidak ramah dan emosional atau kamu pernah menemukan guru kurang pandai tetapi membuat kita senang,tidak terkekang dan nyaman?Apabila ada guru seperti di atas kamu pilih yg mana?tentu kamu memilih guru yang pandai, ramah, membuat kita senang dan nyaman. perumpaan di atas merupakan urgensi soft skill dalam kegiatan belajar mengajar.
Contoh guru yang sudah memenuhi standar kompetensi dalam bahasa arab,guru itu lulusan dari jurusan pendidikan bahasa arab / sastra arab, dan siap mengajar bahasa arab karena sudah mendapat kualfikasi/serifikat pendidik kemudian guru itu mampu menguasai materi mengenai bahasa arab dan dapat mengucapkan bahasa arab dengan fasih.
v  Urgensi Soft Skill
Apa sih soft skill itu?soft skill adalah kemampuan/ketrampilan sesoarang dalam berhubungan dengan orang lain atau bisa juga di katakan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.
Soft skill mencakup jujur, bertanggung jawab, toleransi, menghargai orang lain,kemampuan bekerja sama,bersikap adil,kemampuan mengambil keputusan dll.
Jadi seseorang guru itu bukan hanya  harus memiliki hard skill ( menguasai materi) saja tetapi juga harus memiliki soft skill dalam proses mengajar supaya murid yang di ajar itu dapat mudah memahami apa yg di jelaskan sekaligus nyaman ketika di ajar.
Dalam upaya untuk mengembangkan watak guru agar mereka bisa menjadi teladan bagi siswa,mohammad surya merujuk pada pendapat hermawan kertajaya mengemukakan model pengembangan profesionalitas dengan pola ”Growt with character”(mohammad surya,dkk,2010:81) yaitu pengembangan profesionalitas yang berbasis karakter.dengan menggunakan model tersebut, profesionalitas dapat di kembangkan dengan mendinamiskan tiga pilar utama karakter yaitu :
Ø  keunggulan (excellence)
Ø  kemauan kuat (passion)pada profesionalisme
Ø  dan etika (ethical)

v  Strategi Pengembangan Profesionalitas Guru
ada beberapa strategi yang bisa di terapkan untuk mengembangkan profesionalitas guru antara lain ;
1.      Melalui Pelaksanaan Tugas
     pengembangan profesionalisme melalui pelaksanaan tugas pada dasarnya merupakan upaya memperpadukan antara potensi profesional dengan pelaksanaan tugas-tugas pokoknya. Dengan cara ini tugas-tugas yang di berikan secara langsung atau tidak langsung merupakan upaya peningkatan kompetensi guru. Pendekatan ini sifatnya lebih informal, sudah terkait  dengan pelaksanaan tugas sehari-hari.
2.      Melalui Respons
     Peningkatan kompetensi melalui respon di lakukan dalam bentuk suatu interaksi secara formal atau informal yang biasanya di lakukan yang biasanya di lakukan melalui beberapa interaksi seperti pendidikan dan latihan, seminar, lokakarya, ceramah, studi banding, penggunaan media dan forum-forum lainya. Hal yang dapat menunjang respon ini adalah apabila guru berinteraksi dengan sesama guru yang memiliki kesamaan latar belakang dan tugas, misalnya MGMP (musyawarah guru mata pelajaran)
MGMP sebagai wadah para guru dapat mengembangkan suatu program kerja yg memungkinkan para guru dapat berkembang, misalnya :pelatihan, studi kasus, seminar dan sebagainya.
3.      Melalui penelusuran dan perkembangan diri
     Seseorang pada dasarnya memiliki potensi dan keunikan tersendiri yang berbeda-beda dengan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,oleh karena itu upaya peningkatan profesionalisme seharusnya berpusat pada keunikan pribadi masing-masing
     Potensi pribadi merupakan bagian dari keseluruhan kepribadian dalam bentuk kecakap-cakapan yang terkandung baik fisik, emosional, maupun intelektual.
Apabila potensi pribadi dapat digali dan di kembangkan secara efektif maka akan menjadi pribadi yang profesional.
Suatu perencanaan yang sistematis dapat meningkatkan potensi profesionalisme seseorang.
4.      Melalui Dukungan Sistem
ü  In-house training (IHT)
ü  Program magang
ü  Kemitraan sekolah
ü  Belajar jarak jauh
ü  Pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus
ü  Kursus singkat di perguruan tinggi atau lembaga didik
ü  Pembinaan internal oleh sekolah
ü  Pendidikan lanjut
ü  Diskusi masing-masing pendidikan


*Sumber Kajian
Ø  Ali mudhofir,pendidik professional
Ø  Hariannetral.com
Ø  pendidikan.blogspot.com






NAMA            : IKHYAUL ULUM
NIM                : D92216033

Share This Post :
 
Copyright © 2017 Artikel Pendidikan Profesi Keguruan. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design