Home » » Ilmu pendidikan Islam dan profesi keguruan

Ilmu pendidikan Islam dan profesi keguruan

Posted by Anisa nasrul rusandi
Artikel Pendidikan Profesi Keguruan, Updated at: 11/22/2017 02:19:00 AM

Posted by Anisa nasrul rusandi on Rabu, 22 November 2017



ILMU PENDIDIKAN ISLAM DAN PROFESI KEGURUAN
Oleh : Anisa Nasrul Rusandi
( PBA – FTK Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya )

A.    MANUSIA DAN POTENSINYA
 Di dalam kitab suci Al quran terdapat pandangan yang sangat jelas mengenai manusia yang memuat petunjuk illahi tentang penciptaan manusia dan hakikatnya baik tersurat  yang jelas maknanya ataupun yang tersirat perlu penafsiran. Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWt yang memiliki peranan penting dalam kehidupan dimuka bumi. Selain itu manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya   dan  dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk yang lainnya. Sehingga manusia mempunyai kedudukan sebagai khalifah Allah dimuka bumi dan diciptakan dalam sebaik – baiknya makhluk (ahsanutaqwim) baikdalam keindahan,kesempurnaan bentuk tubuhnya dan kemampuan dalam memaknainya baik intelektual maupun spiritual.[1]
Disampng itu  manusia memliki beberapa unsur lain untuk mengatasi masalah disekitar mereka yaitu unsur jasmani dan rohani dan Allah menganugrahinya dengan nilai yang lebih tinggi sehingga memiliki kualitas yang lebih dibandingkan dengan makhluk lainnya.  Dengan komponen jasmani manusia yang berasal dari tanah ( QS. Al-Syajadah:7) , komponen rohani yang ditiupkan  oleh Allah (QS.al-Hijr:29) Dan  lima tahap dalam penciptaan manusia yakni al-nutfah, al-‘alaqah, al-mudhgah, al-‘idham, dan al-lahm sebagaimana yang telah dijelaskan dalam (QS.al-Mu’minun 12-14) secara periodic dan sistematik tentang tahap – tahap perkembangan embrio didalam Rahim.[2]
 Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa manusia merupakan satu kesatuan dari mekanisme biologis yang berpusat pada jantung dalam segi kehidupan dan berpusat pada otak dalam segi berpikir,merasa dan bersikap.
Dari uraian diatas dapat dipertegas  menjadi sebuah konsep yang lebih jelas. Didalam Alquran manusia diungkapkan mengunakan kata kata  al-Basyar,al-Insan al-Nas,Bani adam.  Nama – nama tersebut mengacu kepada gambaran tugas yang dikerjakan oleh manusia
             1)        Sebagai An-nas
Manusia juga disebut An-nas yang cenderung mengacu kepada hakikat manusia dalam hubungannya didalam lingkungannya dan masyarakat , atau sebagai mahkluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainyya
2)      Sebagai Bani Adam
Manusia diberi julukan sebagai Bani Adam atau keturunan adam agara tidak terjadi kesalahpahaman bahwa manusia merupakan hasil evolusi kera.
3)      Sebagai al- insan
Manusia juga disebut sebagai Al – Insan yang merujuk pada kemampuannya dalam menguasai ilmu dan Pengetahuan
4)      Sebagai Makhluk bio;ogis (Al – basyar)
Manusia disebut dengan Makhluk biologis Karena manusia melakukan aktifitas fisik,memerlukan makan berkembang biak dll Sama seperti makhluk lainnya dibumi tapi yang membedakan adalah manusia memiliki akal dan pikiran dan harus mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakan.[3]

Dari uraian diatas dapat simpulkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan memberikan kelebihan dan keutaBmaan Yang tidak diberikan kepada Makhluk lain yaitu berupa potensi seperti: Potensi Akal, Potensi Ruh, Potensi Qalbu, Potensi Fitrah dan potensi nafs.
Dan potensi ini harus dikembangkan melalui jalur pendidikan  karena  lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga formal yang memiliki tugas utama untuk mengungkap dan mengembangkan potensi diri manusia.
 Dengan demikian para pakar pendidikan barat  membangun berbagai teori tentang perkembangan manusia yang masing – masing memiliki fokus yang ber beda beda. Bahkan teori ini menjadi semacam aliran dalam pendidikan  seperti Empirisme yang menyatakan  perkembangan manusia bergantung pada lingkungnya. Nativisme yang menyatakan bahwa perkembangan potensi manusia berasal dari dalam diri itu sendiri berupa kecerdasan dan kemaun keras untuk mengembangkannya.  Naturalisme menyatakan bahwa pengembangan potensi anak  harus dilakukan secara alami yakni tanpa rekayasa apapun, dan Konvergensi menyatakan bahwa faktor bawaan dan lingkungan memiliki peran penting dalam perkembangan
Setiap orang dilahirkan membawa fitrah, ayah ibulah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi ( HR : Bukhori dan Muslim)
Dalam hadist ini dielaskan bahwa seiap manusia lahir membawa kemampuan – kemampuan, dan kemampuan inilah yang dimaksud potensi.  potensi inilah yang dimaksud fitrah, sedangkan ayah ibu adalah lingkungan . Oleh karena itu kedua inilah yang menjadi faktor yang menentukan perkembangan manusia, baik aspek jasmani, akal maupun rohani.[4]

 Tetapi faktor pembawaan atau faktor keturunan tidaklah suatu yang kaku sehingga tidak bisa dipengaruhi. Ia bahkan bisa dilenturkan dengan lingkungan dan segala anasirnya, oleh karenannya lingkungan  menjadi aspek paling penting dala,m pendidikan. Tetapi dalam perkembangan potensi tidaklah mutlak tanpa petunjuk illahi ,pengarahan dan latihan yang bersifat kependidikan yang pada hakekatnya yaitu menghendaki kesempurnaan kehidupan yang tuntas sesuai dengan firman Allah Al quran dan Hadist agar berkembang secara optimal dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat.[5]

B.     KONSEP DASAR PROFESI
  Secara etimologi profesi berasal dari Bahasa inggris yaitu profession  yang berarti pekerjaan. Sedangakan secara terminology profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental yaitu adanya persyartan pengetahuan teoritis sebagai instrument dan melakuakan perkerjaan praktis bukan manual ( Danin,2002). Dengan demikian suatu profesi harus memiliki tiga pilar yaitu pengetahuan,keahlian, dan persiapan akademik.
Adapun syarat syarat profesi yang dikemukakan oleh Ali Mudhofir yang dikutip dari Syafrudin Nurdin memiliki 8 kriteria yang harus dipenuhi sebagai profesi yaitu:
1.      Panggilan hidup yang sepenuh waktu
2.      Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian
3.      Kebakuan yang universal
4.      Pengabdian
5.      Kecakapan diagnostic dan kompetensi aplikatif
6.      Otonomi,kode etik
7.      Klien, Berperilaku Pamong
8.      Bertanggung jawab ( Ali Mudlofir,  2014:7)
    Selain memiliki syarat – syarat tertentu di dalam keprofesian terdapat juga tingkatan profesi yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu:
a.       Profesi yang telah mapan ( older profession) contoh: Hukum dan kedokterran
b.      Profesi baru ( newer profession ) contoh arsitek dan akuntan.
c.       Profesi yang sedang tumbuh dan berkembang ( emergent profession ) contoh :bidang kependidikan khusunya administrasi kependidikan.
d.      Semiprofesi (semiprofession) contoh keperawtan dan guru ditingkat dasar
e.       Tugas, jabatan atau pekerjaan yang belum jelas arah tuntutan atau keprofesiannya ( occupations that lay unrecognized claim to prefossional status) contoh : bidang kemiliteran yang dinyatakan ABRI sebagai prajurit profesional.[6]
             
C.     PROFESI KEGURUAN
Terdapat banyak aturan perundang undangan ( Produk Hukum) diindonesia sebagai dasar profesi keguruan seperti berikut ini:
1.      UU NO 20Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
2.       UU NO 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3.       PP No 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.
4.       PP No 74 tahun 2008 telah disempurnakan oleh PP No 19 Tahun20017 tentang guru.
5.       Permendiknas No 16 Tahun 2007 Tentang Standar kualifikasi dan Kompetensi Guru
6.       Permendiknas No 8 Tahun 2009 Tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan Tanggal 2 maret 2009.

Seorang guru harus memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh pemerintah misalnya seperti guru Bahasa arab yang minimal lulusan diploma IV atau s1, harus menguasai Bahasa arab secara luas seperti  Gramatikal, Sejarah ,kebudayaan arab  serta mampu mengarahkan  peserta didiknya untuk selalu menggunakan bahasa arab  dan menerapakan 4 ketrampilan Bahasa arab selama proses pembelajaran.
Selain harus memenuhi standar kompetensi  seorang guru juga harus mempunyai soft skill yang kuat.  Ali Mudlofir ( 2014 : 154 )mengatakan bahwa soft skill pada dasarnya merupakan ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain ( interpersonal skills ) dan ketrampilan dalam mengatur dirinya sendiri ( interapersonal skill ) yang mampu mengembangkan untuk kerja secara maksimal. Jika dikaitkan dengan Kompetensi guru, Kompetensi Kepribadian maka itu merupakan wujud dari interpersonal skill.
Dan diantara contoh intrapersonal skill adalah jujur, bertanggung jawab, toleransi, menghargai orang lain, kemampuan bekerja sama, bersikap adil, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan memecahkan maalah, mengelolah perubahan. Sementara itu, diantara wujud interpersonal skill adalah ketrampilan bernegoisasi, presentasi,  melakukan mediasi, kepemimpinan, berkomunikasi dengan pihak lain, dan ber empati dengan pihak lain.
Kedua jenis soft skill ini harus dimiliki oleh semua orang sesuai profesi yang dia tekuni saat ini. karena pada hakikatnya seseorang harus mempunyai tanggung jawab, jujur, disiplin dan mampu mengambil keputusan dan memecahkan masalah.[7]

D.    PENGEMBANGAN PROFESI KEGURUAN
Model pengembangan profesionalitas guru yang strategis adalah melalui pengembangan watak guru. Yaitu : watak guru paripurna.Dan dalam upaya mengembangkan watak guru agar menjadi teladan dan model bagi parah siswa, Ali Mudlofir dengan merujuk pada Mohammad Surya mengemukakan model pengembangan profesionalitas dengan pola “ grow with character” ( Ali Mudlofir, 2014:129) yaitu pengembangan profesionalitas yang berbasis character. Dengan menggunakan pola tersebut maka profesionalitas dapat dikembangkan dengan mendinamiskan tiga pilar utama character yaitu:
1)      Excellence ( keunggulan ) yaitu bahwa guru harus memiliki keunggulan tertentu dalam bidang dan dunianya  dengan cara: commitment atau purpose, opening your gift atau ability, being the first and the best you can be atau motivation, continuous improvement.
2)      Passion for profesionalisme yaitu kemauan yang kuat yang secara intristik menjiwai keseluruhan pola – pola profesionalitas. Ialah : passion for knowledge, pasiion for business, passion for service, passion for people.
3)      Ethical ( etika) etika terwujud dalam watak sekaligus sebagai pondasi utama bagi terwujudnya profesionalitas paripurna. Dan terdapat sekurang kurangnya enam karakter yang esensial yaitu:
a) Trustworthiness: kejujuran atau dipercaya dalam keseluruhan prilaku dan kepribadian.
b)      Responsibility: Tanggung jawab pada dirinya,tugas profesi, lembaga, bangsa, dan Allah.
c)   Respect: sikap untuk menghormati siapapun secara langsung ataupun tidak langsung dalm profesi
d)     Fairness: melaksanakan tugas secara konsekuen sesuai ketentuan yang berlaku
e)      Care: kepedulian terhadap berbagai hal terkait dengan tugas profesi
f)     Citizenship: menjadi warga Negara yang memahami seluruh hak dan kewajiban dan mewujudkannya dalam prilaku profesinya

Sebagaimana uraian diatas dalam pengembangan watak sekaligus sebagai pondasi terwujudnya profesionalitas paripurna, juga terdapat strategi strategi pengembangan profesionalitas guru yang dilaksanakan melalui berbagai strategi dalam bentuk pendidikan, dan pelatihan (diklat) dan bukan diklat.

1)    .Inhouse training ( IHT): pelatihan yang dilaksanakan secara internal dikelompok kerja guru,sekolah ataupun tempat yang telah ditentukan untuk menyelenggarakan pelatihan.
2) Program Magang: platihan yang dilakukan didunia kerja yang relavan dalam meningkatkan profesionalitas guru
3)      Workshop: untuk meningkatkan kompetensi dan pengembangan kariernya
4)      Penulisan buku / bahan ajar: bahan ajar yang ditulis guru dapat berupa diktat ataupun buku dalam bidang pendidikan.
5)  Kursus singkat diperguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam berbagai kemampuan.
6)   Pembuatan karya seni atau teknologi berupa karya yang bermanfaat bagi masyarakat atau kegiatan pendidikan.[8]  
Dalam pengembangan keprofesionalitasan guru maka kode etik itu harus ditegakkan karena kode etik dijadikan sebagai pedoman atau standar pelaksanaan kegiatan profesi. Dan kode etik  ini sangat penting dengan beberapa alasan seperti : untuk melindungi pekerjaan sesuai dengan kesatuan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam undang – undang yang berlaku,untuk mengontrol terjadinya ketidakpuasan dari pelaksana sehingga dapat menjaga dan meningkatkan  stabilitas internal dan eksternal pekerjaan dan untuk meningkatkan mutu profesi dan organisasi.[9]
Dan terdapat 9 poin kode etik persatuan Guru Republik Indonesia  adalah sebagai berikut:
a.     Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia yang berjiwa pancasila  artinya: seorang guru harus bisa membentuk karakter siswa sesuai pancasila seperti jujur, adil, tanggung jawab dll
b.    Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional artinya : seorang guru hanya melaksanakan tugasnya sesuai kemampuanya jika ia tidak mampu maka ia harus mengutarakan dengan jujur bahwa ia tidak mampu melaksanakan tugasnya.
c.     Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Artinya:Seorang guru harus menggali informasi tentang peserta didik  seperti bakat, kemampuan, penyakit, kelemahan dan informasi lainnya yang mendukung dalam proses bimbingan  dan pembinaaan
d.    Guru menciptakan suasana sekolah sebaik – baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. Artinya: seorang guru harus mampu menciptakan suasana yang nyaman, kondusif didalam kelas agar  proses pembelajaran berjalan dengan baik.
e.     Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Artinya seorang guru harus memiliki hubungan baik dengan wali murid dan masyarakat agar  terciptanya  peran dalam  proses pendidikan peserta didik diluar sekolah
f.     Guru  secara pribadi dan bersama – sma, mengembangkan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Artinya: Dalam hal ini seorang guru secara pribadi dan kelompok dituntut untuk meingkatkan mutu  dan martabat.
g.     Guru memelihara hubungan profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial. Artinya : dalam ini guru harus memiliki rasa setia kawan  dan memupuk rasa kebersamaan dengan sesama profesi guru agar terjalin hubungan yang baik didalam sekolah maupun diluar sekolah.
h.   Guru secara bersama sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI  sebagai sarjana perjuangan dan pengabdian.artinya :seorang guru harus bersama – sama memelihara dan meningkatkan mutu ataupun harapan dari organisasi PGRI sebagai wadah pegabdian seorang guru.
i.  Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Artinya:Seorang guru harus mematuhi segala peraturan pemerintah dalam bidang pendidikan sesuai aturan yang ada.[10]




DAFTAR PUSTAKA

 Rahman Abd. Dkk, 2004,” Psikologi Suatu Pengantar Ilmu Perspektif Islam”,  Jakarta:Prenada Media.
Burhanudin, 2004 “paradigm Psikologi Islami”,  Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Tafsir, Ahmad, 2013 “Ilmu Pendidikan Islam”, Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Mudlofir, Ali,  2014“Pendidikan Profesional”, Jakarta:PT RajaGrafindo Persada.
Samana, A,“ Profesionalisme Keguruan”,  Yogyakarta:Kanisius, Yogyakarta.


[1] Abd. Rahman dkk ,” Psikologi Suatu Pengantar Ilmu Perspektif Islam”, Prenada Media, Jakarta, 2004, hlm. 49
[2] Ibid, hlm 50
[3] Burhanudin, “paradigm Psikologi Islami”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2004, hlm 69 - 70
[4] Ahmad Tafsir, “Ilmu Pendidikan Islam”, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,2013, hlm 30.
[5] Ahmad Tafsir, “Ilmu Pendidikan Islam”, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,2013, hlm 30
[6] Ali Mudlofir, “Pendidikan Profesional”, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2014, hlm 19.
[7] Ali Mudlofir, “Pendidikan Profesional”, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2014, hlm 154.
[8] Ali Mudlofir, “Pendidikan Profesional”, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2014, hlm 135.
[9] A. Samana, “ Profesionalisme Keguruan”, Kanisius, Yogyakarta, 1994, Hlm:116.
[10]  A. Samana, “ Profesionalisme Keguruan”, Kanisius, Yogyakarta, 1994, Hlm:116

Share This Post :
 
Copyright © 2017 Artikel Pendidikan Profesi Keguruan. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design