Home » » ILMU PROFESI KEGURUAN

ILMU PROFESI KEGURUAN

Posted by Mika
Artikel Pendidikan Profesi Keguruan, Updated at: 11/23/2017 12:55:00 PM

Posted by Mika on Kamis, 23 November 2017



ILMU PENDIDIKAN ISLAM DAN PROFESI KEGURUAN

Oleh: UMI KALSUM
(PBA UIN Surabaya)

1.      Manusia Dan Potensinya
Manusia menurut islam adalah ciptaan Allah  yang tidak muncul dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri. Surat al-‘Alaq ayat 2 menjelaskan bahwa manusia itu di cipta tuhan dari segumpal darah,surat at-Thariq ayat 5 menjelaskan bahwa manusia dijadikan oleh Allah, surat ar-Rahman ayat 3 menjelaskan bahwa al-Rahman (Allah) itulah yang menciptakan manusia dan manusia adalah Makhluk (ciptaan ) tuhan, inilah salah satu  hakikat wujud  manusia.[1]
Ada 3 potensi pokok manusia yakni potensi jasmani,akal dan ruhani
  Dalam surat al-A’raf ayat 31 menjelaskan bahwa makan dan minum
 Merupakan keharusan yang mana untuk kepentingan jasmani, pengakuan
Tentang jasmani dalam islam terlihat juga dalam surat al-Baqarah ayat 57
            Surat al-Baqarah ayat 60, surat al-Baqarah ayat 168.
            Banyak kata dalam al-qur’an unutuk menunjuk kepada akal menurut
            Harun Nasution (1982:39-48) ada tujuh kata :pertama (nazara)
            Surat Qaf ayat 6-7,surat at-Thariq 5-7, kedua (tadabbara)  surat
            Shad ayat 29, ketiga ( tafakkara ) surat an-Nahl ayat 68-69,keempat
            (faqiha) surat al-Isra’ ayat 44,  kelima (tdzakkara) surat an-Nahl ayat 17
            Keenam (fahima) surat an-Anbiya’ ayat 78-79,ketujuh (‘aqala) surat
            al-Anfal ayat 22, selain yang tujuh ini al-Qur’an menggunakan ungkapan
            ulul albab,ulul ‘ilmi, ulul abshar, dan ula nuha,
            menurut Abdul Fattah Jalal (1988:57-58), kata ‘aqaladalam al-qu’an
            kebanyakan dalam bentuk fi’il ini membuktikan bukanlah akal sebagai
            kata benda melainkan yg lebih penting yakni akal yang bekerja,berpikir,
            menurut jalal (1988:58) kata ‘aqala  dimuat dalam al-qu’an di 49 tempat,
            kata al-albab  jamak dari kata lubbun  di muat di 16 tempat
            mengenai potensi ke-3 yakni ruhani terdapat dalam surat al-Hijr ayat 29,
            dalam surat Shad ayat 72, AL-Syaibani (1979:130) menyatakan bahwa
            manusia terdiri atas tiga potensi jasmani,ruhani,akal, menurut
            Muhammad Quthb (1988:31) menyatakan bahwa manusia eksistensi
            Manusia adalah jasmani dan ruhani, dan ruh bila akal berdiri sendiri
            bersama ruh, ketga-tiganya bersatu menyusun manusia menjadi satu
            kesatuan.[2]
Dalam teori barat mengakatan bahwa perkembangan manusia di pengaruhiTiga teori :  pertama teori pembawaan ( nativisme) yang mana seseorang di dip, kedua teori lingkungan (empirisme)teori ketiga pembawaan dan lingkungannya (konvergensi), menurut islam teori konvergensi  inilah yang mendekati kebenaran. Salah satu sabda Rasulullah saw mengatakan
Tiap orang dilahirkan membawa fitrah,ayah dan ibunyalah yang      menjadikannya yahudi,nasrani atau majus(hadis riwayat bukhari dan muslim)
            Dari hadis di atas manusia lahir membawa kemampuan-kemampuan, kemampuan itulah yang disebut pembawaan. Fitrah yang disebut di dalam hadis itu adalah potensi. Potensi adalah kemampuan, jadi,fitrah yang di maksud disini adalah pembawaan yaitu potensi itu[3]
2.      KONSEP DASAR PROFESI
            Secara etimologi profesi berasal dari kata “profession” yang berarti pekerjaan. Sedangkan secara terminologi profesi adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang membutuhkan keahlian, kemahiran, atau kecakapan ang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi[4]
syarat-syarat profesi yang telah dikemukakan oleh ahmad tafsir    yaitu:
1.      Profesi harus memiliki suatu keahlian yang khusus.
2.      Profesi harus diambil sebagai pemenuhan panggilan hidup.
3.      Profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal.
4.      Profesi diperuntukan untuk masyarakat.
5.      Profesi harus dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikasi.
6.      Pemegang profesi memegang otonomi dalam melakukan profesinya.
7.      Profesi memiliki kode etik.
8.      Profesi memiliki klien yang jelas.
9.      Profesi memiliki organisasi profesi.
10.Profesi mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang lain[5]

      Adapun tingkatan-tingkatan profesi, berikut ini pengategorianya:
1.      Older professions (profesi yang telah mapan)
2.      Newer professios (profesi baru)
3.      Emergent professions (profesi yang sedang tumbuh kembang)
4.      Semiprofessions (semi profesi)
5.      Occupations that lay unrecognized claim to profesional status (tugas jabatan atau pekerjaan yang belum jelas arah tuntutan status keprofesianya)
3.      PROFESI KEGURUAN
Dasar profesi keguruan diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 7. Dan dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 2 yang mempersyaratkan bagi guru profesional memenuhi standar kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi.[6]
Contoh guru bahasa arab yang telah memenuhi standar kompetensinya ialah guru yang bisa memenuhi syarat-syarat profesi serta melaksanakan profesinya sesuai dengan yang ada dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang  SISDIKNAS Pasal 39 (ayat 2).
Soft skillbegitu penting bagi setiap guru profesional karna yang menentukan keberhasialan seorang guru 80% dari soft skill yang dimilikinya inilah soft skill yang harus dimiliki guru profesional Intrapersonal Skill (kemampuan mengolah diri) dan Interpersonal Skill (kemampuan membangun relasi), kejujuran, komitmen, tanggung jawab, semangat, kepercayaan, kesederhanaan, kerja sama, menghargai oranglain, dan integritas merupakan soft skill yang juga harus dimiliki oleh guru profesional.[7]
4.      PENGEMBANGAN PROFESI GURU
Salah satu model mengembangkan profesi guru adalah “Growt with character” yaitu pengembangan profesionalitas yang berbasis karakter dengan mendinamiskan 3 pilar utama karakter yaitu:
a.       Excellence ( Keunggulan)artinya guru harus mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang dan dunianya
b.      Passion for profesionalisme yaitu kemauan yang kuat yang secara intrinsik menjiwai keseluruhan pola –pola profesionalitas.
Ethical (Etika) Terwujud dalam watak yang sekaligus sebagai fondasi utama bagi terwujudnya profesionalitas paripurna.[8]
       Strategi yang dapat di pakai untuk meningkatkan profesionalitas amat banyak baik yang di lakukan di dalam sekolah misalnya diskusi MGMP,seminar, diklat maupun di luar sekolah misalnya  studi lanjut, program magang bagi calon guru, dan sebagainya.[9]
            Dalam hubungan antara guru, siswa dan masyarakat dalam hubungan ini guru seharusnya memahami dasar-dasar kode etik karna kode etik merupakan landasan moral dalam melaksanakan tugasnya.[10]
            Kode etik dalam  PGRI :
1.      Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila
2.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional .
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan
4.      Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan orangtua murid ,dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama –sama , mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
7.      Guru memelihara hubungan seprofesi ,semangat kekeluargaan ,dan kesetiakawanan sosial .
8.      Guru bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.
Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan .[11]
                       

           


           
           
DAFTAR PUSTAKA
Tafsir ,Ahmad, 2013.Ilmu pendidikanislami,Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mudlofir, Ali. 2014. Pendidikan Profesional. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.





[1] Prof.Dr.Ahmad Tafsir, ilmu pendidikan islami : PT Remaja Rosdakarya Offset,Bandung,2013, hlm.49-50
[2]Prof.Dr.Ahmad Tafsir, ilmu pendidikan islami : PT Remaja Rosdakarya Offset,Bandung,2013, hlm 53-56
[3]Ibid
[4] Dr.Ali Mudlofir, M.Ag, pendidik profesional : PT Rajagrafindo Perseda,Jakarta,2014, hlm 35
[5] Dr.Ali Mudlofir, M.Ag, pendidik profesional : PT Rajagrafindo Perseda,Jakarta,2014, hlm 7-8
[6]Ibid  hlm 35
[7] Dr.Ali Mudlofir, M.Ag, pendidik profesional : PT Rajagrafindo Perseda,Jakarta,2014, hlm 191-192
[8]Ibid hlm 129-130
[9]Ibid hlm 138
[10]Ibid  hlm 204
[11]Ibid  hlm 207

Share This Post :
 
Copyright © 2017 Artikel Pendidikan Profesi Keguruan. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design