Ilmu pendidikan islam & profesi pendidikan
Dosen pembimbing :
Prof.Dr.Ali Mudlofir, M.Ag.
Oleh :
Roudhotul
jannah
Pendidikan bahasa arab
Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sunan Ampel Surabaya
2017
Manusia adalah makhluk yang sangat sempurna dari makhluk yang
lainnya, karena dalam diri manusia terdapat akal . Allah Azza Wajalla telah
menganugerahkan kepada manusia bakat yang besar, maka sudah seharusnya manusia
menjaganya. Beberapa ahli filsafat, Socrates misalnya, menyebut sebagai Zoon
politicion atau hewan yang bermasyarakat, dan max scheller menyebutnya sebagai
Das Kranke Tier atau hewan yang sakit yang selalu bermasalah dan gelisah. [1]
Menyamakan pengertian manusia dengan hewan orang islam khususnya tidak
sependapat dengan ide tersebut. Dalam islam manusia dan hewan adalah dua kata
yang sangat berbeda dan tidak bisa disamakan. Allah menciptakan manusia dengan
berbagai potensi yang tidak diberikan kepada hewan.
Menurut pandangan islam manusia adalah manusia hakikatnya sebagai kholifah Allah
dibumi. Dijelaskan pada surat Al -Baqoroh ayat 30; ingatlah ketika tuhan-mu
berfirman kepada malaikat: sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang kholifah
di muka bumi. “ maka mereka berkata: “mengapa engkau hendak menjadikan
(kholifah) dibumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah,padahal
kami senantiasa bertasbih denngan memuji dan mensucikan engkau? Tuhan
berfirman: “sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. “ ( QS:2;
30 )
Manusia di perikan potensi yang
sangat luar biasa oleh Allah Azza Wajalla dengan “ Hubbul Ilm “ karena manusia
telah dipercayakan oleh Allah untuk menjadi kholifah di muka bumi. Allah
memberikan potensi akal, karena pemikiran manusia merupakan kekuatan jiwa yang
tidak bisa diremehkan. Jiwa merupakan kekuatan yang dimiliki yang ada di dalam
tubuh manusia. Selama tubuh masih ada dan masih hidup maka manusia memerlukan
terhadap jiwa.pemikiran manusia masih belum semprna masih membutuhkan pemikiran
diluar untuk menjadi teori yang sempurna. Adapun darimana datangnya, maka
itulah yang akan terjadi katika manusia terus menambah lagi dengan ilmu yang
lainnya. Manusia akan memiliki kemampuan untuk melihat segala permasalahan dari
bentuk yang berbeda.
Dalam teori pendidikan yang
dikembangkan di dunia barat menyatakan bahwa perkembangan seseorang hanya
dipengaruhi oleh pembawaan ,kemudian berkembanglah teori yang menyatakan bahwa
perkembangan manusia hanya ditentukan oleh lingkungannya. Menurut pandangan
islam , teori konvergensilah yang mendekato kebenaran , sebagaimana hadist nabi
yang menjelaskan bahwa setiap manusia itu terlahir dalam keadaan fitrah, orang
tuanyalah yang menjadikannya yahudi,nasrani atau majusi. [2]
Secara etimonologi profesi berasal dari kata profession yang berarti pekerjaan.
Professional artinyaborang yang ahli / tenaga ahli. Professionalism artinya
sifat professional. ( John M. Echols & Hassan Shadily, 1990 : 449 ). [3]
Sedangkan secara terminology profesi itu merupakan suatu jenis
pelayanan atau pekerjaan yang unik ( khas ), dalam arti berbeda dari jenis
pekerjaan atau pelayanan apapun dari yang lainnya. Disamping itu, profesi juga
bersifat definitive dalam arti jelas batas-batas kawasan cakupan bidang
garapannya (meskipun mungkin sampai batas dan derajat tertentu ad
kontingensinya dengan bidang lainnya ).[4]
Selanjutnya, profesi juga merupakan suatu pekerjaan atau pelayanan yang amat
penting, dalam arti hal itu amat dibutuhkan oleh pihak penerima jasanya
sementara pihaknya sendiri tidak memiliki pengetahuan,ketrampilan, dan
kemampuan untuk melakukannya sendiri. [5]
Profesi mempunyai beberapa syarat,
dan syarat-syarat yang harus ad dalam sebuah profesi menurut Syafrudin Nurdin
ada 10 kriteria yang harus terpenuhi oleh suatu pekerjaan agar dapat disebut
sebagai profesi, yaitu : [6]
1.
Panggilan hidup yang sepenuh waktu
2.
Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian
3.
Kebakuan yang universal
4.
Pengabdian
5.
Kecakapan diagnostic dan kompetensi aplikatif
6.
Otonomi
7.
Kode etik
8.
Klien
9.
Berperilaku pamong
10. Bertanggung
jawab ( Syafrudin Nurdin, 2005: 14-15 ).
Sementara Ahmad Tafsir mengemukakan
sepuluh kreteria atau syarat untuk sebuah pekerjaan yang bias disebut profesi,
yaitu : [7]
1. Profesi harus memiliki suatu keahlian yang khusus.
2. Profesi harus
diambil sebagai pemenuhan panggilan hidup.
3. Profesi memiliki
teori – teori yang baku yang secara universal.
4. Profesi adalah
diperuntukkan bagi masyarakat.
5. Profesi harus
dilengkapi dengan kecakapn diagnistik dan kompetensi aplikatif.
6. Pemegang profesi
memegang otonomi dalam melakukan profesinya.
7. Profesi memiliki
kode etik.
8. Profesi memiliki
klien yang jelas.
9. Profesi memilik
organisasi profesi.
10. Profesi
mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang lain. (Ahmad Tafsir, 1992:
108 )
Tingkatan profesi tidak semua pekerjaan menuntut
tingkat professional tertentu,keragaman kemampuan ditinjau dari tingkat
keprofesionalan yang ada diperlukan karena di masyarakat terdapat berbagai
pekerjaan yang katagorinyajuga berbeda. Dari sekian jenis pekerjaan yang
terdapat dalam dunia kekaryaa yang oleh masyarakat sudah sering disebut-sebut
atau dipersepsikan sebagai suatu profesi pun ternyata masih ada
katagorinya,doantaranya yaitu: [8]
1. profesi yang
telah mapan ( older professions )
2. Profesi baru (
never professions )
3. Profesi yang
sedang tumbuh kembang ( emergent professions )
4. Semiprofesi (
semiprofessions )
5. Tugas jabatan
atau pekerjaan yang belom jelas atah tuntutan status keprofesiannya (
occupations that lay unrecognized calim to professional status )
Aturan perundang-undangan ( produk hokum ) yang menjadi dasar
profesi keguruan
Ø UU Nomor 20
Tahun 2003 tentang SISDIKNAS
Ø UU Nomor 14
Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Ø PP Nomor 74
Tahun 2008 Tentang Guru
Ø PP Nomor 19
Tahun 2005 Tentang standart nasional pendidikan
Ø Permendiknas
nomor 16 tahun 2007
Ø Permenag nomor
16 tahun 2010
Ø UU GD nomor 14
tahun 2007 [9]
Guru Bahasa arab yang memenuhi standart kompetensi
Mengenai tenaga pengajar bahsa arab
yang berkelayakan standart kompetensinya, DEPAG
menyebutkan 6 syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Telah mempunyai
dasar pengetahuan pendidikan ilmu jiwa , disamping pengalaman mengajar.
2. Mengetahui
Bahasa arab dengan baik dan metodologi pengajarannya.
3. Mencintai
profesi sebagai pengajar,mencintai Bahasa arab dan menanamkan pada murid rasa
cinta pada Bahasa arab.
4. Penuh vialitas
dan terbuka dalam menghadapi murid dan dapat memikat perhatian murid.
5. Dapat
mengemukakan ciri-ciri khas Bahasa perantara ( Bahasa murid ),
persamaan-persamaan dalam Bahasa arab , mengetahui dasar-dasar ilmu pofetik.
6. Mengenal negeri
arab dari segi kebudayaan,social,politik, serta ekonominya. [10]
SOFT SKILLS yang harus dimiliki guru ad 2:
Ø Intrapersonal
Skills : awareness , goal setting , belief , love, positive energy,
consentration, dan decision making.
Ø Intrerpersonal :
communication, motivation skills, team building, dan mediation ( Ali Mudlofir,
2014:148).
Growth with character yaitu pengembangan profesionalitas
yang berbasis karakter dengan mendasarkan pada 3 pilar ( excellence, passion for professionalism
dan ethical ).
Berbagai macam strategi dalam rangka pengembangan
profesionalitas guru telah dikembangkan.
sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Ali Mudlofir ( 2013: 132-137)
yaitu :
1.
Pelaksanaan tugas
2.
Melalui respons
3.
Melalui penelusuran dan perkembangan diri
4.
Melalui dukungan system.
Sebagaimana kode etik guru Indonesia yang dirumuskan oleh PGRI bahwasannya isi kode etik itu mencakup tentang
dasar nilai dan moral yang berkaitan dengan kewajiban seorang guru untuk
menunjang profesionalitasnya.pekerjaan keguruan membutuhkan adanya kode etik
profesi agar layanan yang diberikan oleh para guru dapat terlaksana secara
professional dan akuntabel , kegiatan layanan pendidikan yang diberikan oleh
guru dapat berlangsung dengan arah yang jelas yang berlandaskan nilai-nilai. [11]
Kode etik menjadi landasan para anggota profesi tentang bagaimana ia
menjalankan profesinya,larangan dan ketentuan yang harus dipenuhi.
Daftar Pustaka
Drijarkara, Percikan Filsafat,
Semarang: Kanisius, 1978.
Ahmad Tafsir, ilmu pendidikan
islam(Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset, 2013).
Razif Ash Shiddiq, kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru
Bahasa Arab di MTS negeri Sukoharjo, skripsi diterbitkan, (Yogyakarta: UIN
3013).
Ali Mudlofir, Pendidikan
Profesional. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2014.
[1] Drijarkara,
Percikan Filsafat, Semarang: Kanisius, 1978, hal. 138
[2]
Ahmad Tafsir, ilmu pendidikan islam(Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset, 2013),
53.
[3]
Ali Mudlofir, pendidik Profesional ( Jakarta :PT Raja Grafindo Persada, 2014),1.
[4] Ibid,
10.
[5] Ibid,
10.
[6] Ibid,
7.
[7] Ibid,
7.
[8]
Mudlofir, Ali. 2014. Pendidikan Profesional. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, hal 20.
[9]
Ibid, 19-20.
[10]
Razif Ash Shiddiq, kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru Bahasa Arab di MTS
negeri Sukoharjo, skripsi diterbitkan, (Yogyakarta: UIN 3013), 11-14.
[11]
Ali Mudlofir , pendidik professional, ( Jakarta:Raja Grafindo Persada, 2014),
203.