Home » » Profesi Keguruan

Profesi Keguruan

Posted by Unknown
Artikel Pendidikan Profesi Keguruan, Updated at: 11/21/2017 09:45:00 PM

Posted by Unknown on Selasa, 21 November 2017

UJIAN TENGAH SEMESTER
FTK UIN SUNAN AMPEL SURABAYA SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2017-2018
Program Studi PBA Matakuliah Ilmu Pendidikan Islam dan Profesi Pendidikan
Oleh : Khoirotun Nisa (D92216035)

Dalam pandangan Islam dalam mengkaji pengertian tentang manusia dibagi menjadi tiga sebagai berikut :
1.      Al Insan
Kata al – insanberasaldari kata al – uns yang tersebutsebanyak 65 kali dantersebardalam 43 suratdalam al – qur’an
ciri-ciri manusia yang dikategorikan dalam Al Insan antara lain : menggunakan psikologis, spiritual, Batiniyah, Mental, Emosional, dan Ruhaniyah.
2.      Al Basyar
Secara etimologi basyar berarti kulit kepala, wajah atau tubuh yang menjadi tempat tumbuhnya rambut, kata al – basyar ini ditunjukkan kepada semua umat manusia tanpa terkecuali nabi serta rasul, hal ini menunjukkan pesamaan antara manusia dan makhluk Allah lainnya
ciri-ciri manusia yang dikategorikan dalam Al Basyar antara lain : Fisik, Biologis, Material, Motorik, dan Jasmaniyah.
3.      An Nash
kata an – naasadalahjamakdari kata al – insandandalam al – qur’anjelasmenyebutbahwa an – naasmenunjukkanjenisketurunan Adam,
ciri-ciri manusia yang dikategorikan dalam An Nash antara lain : merupakan makhluk sosial, Interdependensi, Interelasi, Interkomunikasi, dan Ijtimaiyah.[1]
manusia memiliki potensi diri yang dapat dikembangkan dalam masa hidup nya,menurut pandangan islam potensidirimanusiaadaempat, yaituakal, hati, nafsudanruh berikut rinciannya:
1.      Akal
a.       Secarajasmaniyyahada di otak
b.      Berdayaintelektual
c.       Bersifatrasional
d.      Berkedudukanpadaalamsadar
e.       Apabilamendominasimakaakanterjadijiwa yang labil
2.      Hati
a.       Secarajasmaniyyahada di jantung
b.      Didominasioleh rasa
c.       Bersifat spiritual
d.      Berkedudukanpadaalam super sadarataudasarmanusia
e.       Mengikutiruhketuhanan
f.       Apabilamendominasimakaakanterjadikepribadian yang tenang
3.      Nafsu
a.       Secarajasmaniyahterdapat di perutdanalatkelamin
b.      Mengikutikemauanhawaniyyahbaik yang jinakataupunbuas
c.       Bersifatindrawi yang empiris
d.      Kedudukannyaadapadaalampraataubawahsadar
e.       Apabilamendominasimakaakanterwujudnafsulammarah
4.      Ruh
a.       Adanya di alamarwah
b.      Tidakmemilikibentukkadarsertasifat
c.       Tidakterikatolehruangdanwaktu
d.      Eksistensinyatertujupadaibadah
e.       Subtansinyaabaditanpakematian[2]

Teori perkembangan manusia menurut pendidikan barat dan pendidikan timur. menurut pendidikan barat dikatakanbahwaperkembanganmanusiadipengaruhioelhpembawaan ( nativisme ). Sebagailawannyaberkembang pula teori yang yangmengajarkanbahwapekembanganseseorangditentukanolehlingkungan( empirisme ). Sebagaisintesanyadikembangkanteoriketiga yang mengatakanbahwaperkembanganseseorangituditentukanolehpembawaandanlingkungannya(konvergensi ), menurutislamkonvergensiinilah yang mendekatikebenaran. [3]
Sedangkan menurut pendidikan timur dijelaskan, dari Aswad bin Murobba’ “ sesungguhnya nabi SAW bersabda setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci sampai dia mengucapkan ( sesuatu ) yang bisa mengubah kesuciaannya, karena bapak – ibu ( orang tua ) nya lah yang menjadikan anak itu yahudi, nasrani ataupun majusi ( HR. AbuYa’la, Tabrani dan Albaihaqi ). Menurut hadist ini manusia membawa kemampuan – kemampuan, kemampuan inilah yang disebut pembawaan, fitrah yang disebut dalam hadist itu adalah potensi, potensi adalah kemampuan. Jadi, fitrah yang dimaksud disini adalah pembawaan sedangkan ayah  ibu adalah lingkungan sebagaimana yang dimaksud oleh para ahli pendidikan. Keduanyainilah yang menentukanperkembanganseseeorang[4]
Dari potensi yang dimuliki manusia maka manusia dapat mengembangkannya menjadi sebuah profesi bidang pekerjaan dalam masa hidupnya, secaraetimologisprofesiberasaldari kata profession yang berartipekerjaan, sedangkanmenurutterminologisprofesiadalahsuatujabatanataupekerjaan yang menuntutkeahlian (experties) dariparaanggotanya.[5]
Syarat-syaratprofesimenurutSyafrudinNurdinmempunyaisebagai mana yang telah kutip oleh Dr. Ali Mudlofir, M.Ag dalam bukunya yang berjudul Pendidik Profesional  menyatakan bahwa ada delapankriteria yang harusdipenuhisehinggadapatdikatakansebagaiprofesi, diantaranya :
1.      panggilanhidup yang sepenuhwaktu
2.      pengetahuandankecakapanataukeahlian
3.      kebakuan yang universal
4.      pengabdian
5.      kecakapandiagnostikdankompetensiaplikatif
6.      otonom
7.      kodeetik
8.      klien
9.      berperilakupamong
10.  bertanggungjawab (Syafrudin Nurdin,2005: 14-15)[6]
Tingkatanprofesimenurut (Richy 1974) terdapat lima tingkatandiantaranya
1.      older profession (profesi yang telahmapan)
2.      newer profession (profesibaru)
3.      emergent profession (profesi yang sedangtumbuhkembang)
4.      semiprofessions (semiprofesi)
5.      occupations that lay unrecognized claim to professional status (tugasjabatanataupekerjaa yang belumjelasarahtuntutan status keprofesiannya).[7]
Salah satu contoh profesi ialah profesi keguruan yang diatur dalam Undang-Undang. diantaranya : UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, Permediknas Nomor 16 Tahun 2007, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008, dan Permenag Nomor 16/2010 tentang semua guru di Indonesia minimal harus berkualifikasi akademik D-IV atau S-1 Program studi yang sesuai dengan bidang/jenis mata pelajaran yang dibinanya. peraturan-peraturan yang telah tercantum dalam Undang-Undang tersebut mengatur kinerja para guru sehingga dengan adanya peraturan tersebut para guru diharapkan dapat mencapai derajat kriteria profesional sesuai standar yang telah ditentukan.[8]
Guru profesional harus memenuhi beberapa standar, seperti : standar kualifikas, Standar kompetensi serta Sertifikasi, contoh guru bahasa arab yang telah memenuhi standar Kompetensi adalah seorang guru yang memiliki visi damn misi yang jelas dalam mengajarkan Bahasa Arab, kemudian guru tersebut harus bisa menguasai semua bidang mapel Bahasa Arab, mempunyai taktik dan keterampilan serta beberapa metode yang digunakan untuk menyampaikan pembelajaran kepada anak didiknya, dapat memahami tentang ketentuan kelayakan normatif dari proses pendidikan yang dijalankan yang dapat ditoleransi serta kriteria keberhasilan yang akan diperoleh dari apa yang telah dilakukan, memeiliki daya motivasi dan aspirasi unggulan dalam menjlankan tugas mengajarkan Bahasa Aranb, memiliki kewenangan yang memancar atas penguasaan perangkat kompetensinya.
Selain standar keprofesionalitas harus dipenuhi, guru profesional juga harus memiliki soft skill yang bagus, diantara soft skill yang harus ada dalam pribadi seorang guru adalah :
1.      guru harus bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
2.      menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
3.      menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa,
4.      menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri,  serta mampu menjunjung tinggi kode etik profesi guru.[9]
hal-hal yang telah disebutkan diatas menjadi acuan bagi seseorang yang berprofesi sebagai Guru.
Dalammengembangkanprofesi guru adasalahsatu model pengembangan yang bisadigunakanyaitu “Growth with character”,  Mohammad Surya denganmerujukpadapendapatHermawanKertajayamenguemukakan model pengembanganprofesionalitasdenganpola “Growth with character”( Mohammad Surya, dkk, 2010:81) yaitupengembanganprofesionalitas yang berbasiskarakter.sebagaimana yang dikutipoleh Dr.Ali Mudhofir, M.Ag. dalambukunya yang berjudulPendidik Professional, dalambukutersebutdijelaskanbahwasanyadalammenggunakan model “Growth with character”gunamengembangkanprofesionalitasdapatmenggabungkantigapilarutamakarakteryaitu : keunggulan(excellence), kemauankuat(passion) padaprofessionalisme, danetika(ethical).[10]
sedangkanstrategi yang dapatdilakukanuntukmengembangkandanmeningkatkanprofesionalitas guru antara lain :
1.      MelaluipelaksanaanTugas
metodepemberiantugas yang dimaksudadalahcarauntukmeningkatkanpotensiprofesionalsertapelaksanaantugas-tugaspokok yang diberikan, metodeinidapatdilakukandengancaramembuat program kerjakelompok, diskusikelompok, sertamelaksanakantugasdantanggungjawab yang diberikandenganbaikdanbenar.
2.      MelaluiRespon
kegiatanpeningkatanprofesionalitasmelaluiresponmerupakanupaya yang dilakukandengancarainteraksisecaralangusungbaikbersifat formal maupun non formal contohnya Seminar, Konsultasifserta forum-forum lainnya.
3.      Melaluipenelusurandanpengembangandiri
peningkatanprofesionalitasdalamtahapinidilakukandengancara proses penggalianpotensipribadi yang dimilikisetiap guru, yang kemudiandikembanganmenjadihallebihkompeten.
4.      Melaluidukungansistem
saranadanprasarana yang memadaisertalingkungankerja yang kondusifmerupakanpenunjangtercapainyapeningkatanprofesionalitas guru yang harus di sediakanolehsetiaplembaga. [11]
Untuk mengembangakan profesionalitas guru sebagaimanan yang telah diuraikan diatas, maka kode etik guru harus ditegakkan, adapun isikodeetik guru sebagaiberikut :
1.      Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
3.      Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.[12]
kode etik guru sangat penting untuk ditegakkan karena kode etik merupakan tatanan/tanda/norma yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi yang harus di ikuti dan ditaati oleh setiap orang yang menjalankan profesi tersebut.






[1]Zuhairini, dkk. 1995, FilsafatPendidikan Islam, BumiAksara : Jakarta. Hal : 74

[2]SamsulNizar, 2001, PengantarDasar – DasarPemikiranPendidikan Islam, Gaya Media Pratama : Jakarta, hal : 135 - 138

[3]NgalimPurwanto,  PsikologiPendidikan, Bandung : RemajaRosdaKarya, 1992, hal : 14 - 15

[4] Ahmad Tafsir, IlmuPendidikandalamPrespektif Islam, Bandung : RemajaRosydakarya, 1991, hal : 35

[5]Ali Mudlofir, 2014 , PendidikProfesional, Rajawali Press : Jakarta , hal : 1
[6]ibid hal :7
[7]ibid hal : 19
[8]ibid hal : 66
[9]ibid hal : 152
[10]ibid hal : 129
[11]ibid hal : 131
[12]ibid hal 208

Share This Post :
 
Copyright © 2017 Artikel Pendidikan Profesi Keguruan. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design